Kamis, 09 Desember 2010

Minimally Acsess Surgery or Traditional Surgery

Kemajuan di bidang kedokteran modern terus berjalan seiring dengan perkembangan dan teknologi terbaru yang berdampak positif bagi pasien maupun dunia medis. Salah satu pencapaian dalam bidang pembedahan adalah teknik Bedah Akses Minimal yang lebih dikenal dengan istilah Minimally Invasive Surgery (Bedah Invasif Minimal).

Beberapa keunggulan Bedah Akses Minimal:
-Berkurangnya ukuran luka
-Berkurangnya rasa nyeri setelah operasi
-Berkurangnya perdarahan yang keluar
-Bekas luka/jaringan parut yang lebih kecil
-Meningkatkan keakuratan tindakan bedah
-Mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi
-Masa pemulihan setelah sakit dan rawat inap lebih singkat yaitu 1-2 hari pada pasien tanpa penyulit

Macam-macam Bedah Akses Minimal, antara lain:
-Laparoskopi: tindakan bedah minimal akses di bidang bedah umum ataupun bidang kebidanan dan kandungan yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani kelainan atau penyakit, khususnya pada rongga perut dan perut bawah (pelvis).
-Thorakoskopi, tindakan bedah minimal akses yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani kelainan atau penyakit, khususnya pada rongga dada.
-Endoskopi, tindakan bedah minimal akses yang dilakukan dengan meneropong melalui lubang tubuh, seperti mulut, anus, saluran kemih, dan lainnya.
-Artroskopi, adalah tindakan bedah minimal akses yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani kerusakan sendi. Tindakan ini dilakukan dengan alat artroskop yang dimasukkan ke sendi melalui sayatan kecil.
-ESWL, tindakan memecahkan batu ginjal dengan gelombang suara.
-Ureteroskopi, tindakan bedah minimal akses yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani kelainan atau penyakit, khususnya pada saluran kemih. Tindakan ini dilakukan dengan alat endoskopi yang dimasukkan melewati saluran uretra (saluran kemih yang mengalirkan urin dari kandung kemih), kandung kemih, dan kemudian melewati ureter (saluran kemih dari ginjal menuju kandung kemih). Tindakan ini biasanya dilakukan untuk mendiagnosis dan menangani kelainan seperti penyakit batu ginjal.
-Bedah endovascular, adalah salah satu bentuk bedah akses minimal yang dibuat untuk memasuki pembuluh darah besar guna mengatasi berbagai penyakit pada pembuluh darah.

Di Indonesia sendiri pun, tindakan seperti ini sudah muncul sejak tahun 90-an. Namun praktek secara besar dan mulai menjadi pertimbangan bagi semua orang, berkisar 5 tahun belakangan ini..
Salah satu menjadi penyebabnya adalah biaya pelaksanaan dari operasi tersebut yang berkisar 2 kali lipat dari operasi biasa..
Namun, saat sekarang, hal ini menjadi pertimbangan dan dicoba.